Sumber : kumparan.com

Fakta Terbaru dari Kasus Rumah Ibu Dino Patti Djalal ‘Dijarah’

Fakta Terbaru dari Kasus Rumah Ibu Dino Patti Djalal ‘Dijarah’ – Polda Metro Jaya terus mengusut kasus “mafia” yang “menjarah” rumah mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal. Banyak situasi baru ditemukan sejak pengusutan kasus tersebut, mulai dari bertambahnya tersangka kriminal hingga pembentukan tim khusus polisi.

Fakta Terbaru dari Kasus Rumah Ibu Dino Patti Djalal ‘Dijarah’

Sumber : kumparan.com

cerrrca – Kasus ini bermula dari Dino Patti Djalal yang men-tweet ibunya yang menjadi korban mafia sertifikat tanah. Setelah dikonfirmasi, Dino mengatakan pelaku menggunakan KTP palsu untuk mencuri sertifikat tanah milik ibunya.

“Itu rumah (yang pertama) yang jadi korban, lalu ada rumah di kawasan Pandok Indah. Tiba-tiba akta dicabut dan namanya diganti dua atau tiga kali. Ibu saya tidak tahu sama sekali , “Kata Dino saat di tanya detik.com.

Situasi ini terus berlanjut. Duny bahkan menyebut Fredy Kusnadi sebagai dalang kelompok mafia tersebut.

Saat ini, kasus mafia tanah sedang ditangani oleh Polda Metro Jaya. Dengan investigasi kasus ini, banyak hal baru yang perlahan ditemukan. Berikut ini berberpa Fakta Baru Kasus Rumah Ibu Dino Patti Djalal :

1. Tersangka Jadi 5 Orang

Sumber : cnnindonesia.com

Polda Metro Jaya kembali menangkap 1 orang kasus mafia perampokan rumah ibu Dino Patti Djalal. Jumlah tersangka adalah 5 orang.

Yusri Yunus, Kepala Humas Polda Metro Jaya Kombes, mengatakan, sejak polisi menerima laporan kasus pertama pada April 2020, penyidik ​​sudah menemukan lima tersangka.

Yusri di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (16/2/2/2) mengatakan : “Untuk kasus ini, tersangka sudah kami identifikasi.

Yusri belum merinci identitas tersangka yang baru saja dilindungi. Saat ini penyidik ​​masih menyelidiki peran pelaku. Yusri mengatakan: “Nanti kita ceritakan saat diperiksa penyidik. Nanti saya jelaskan.”

Baca juga : 10 Fakta Virus dan Dampaknya bagi Makhluk Hidup

2. 3 Laporan Dino Patti Djalal soal Mafia Tanah Saling Berkaitan

Polda Metro Jaya sudah menerima tiga laporan kasus dugaan mafia tanah (LP) terhadap ibu mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal. Polisi mengatakan ketiga laporan itu terkait.

Yusri Yunus, Kepala Humas Polda Metro Jaya Kombes, mengatakan ketiga laporan itu dibagi menjadi tiga bagian. Kategori pertama terkait kasus penipuan sertifikasi perumahan yang dialami ibu Dino Patti Djalal di kawasan Pondok Indah.

Di Markas Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (16/2), Yusri mengatakan: “Yang pertama klatster adalah korban. Dia pemilik rumah. Siapa pemiliknya? Ini ibu dari saudara-saudara DPJ. Ini yang pertama. kasus. “/ 2021).

Sedangkan pada laporan set kedua yaitu laporan pada November 2020, dan sasarannya adalah rumah ibu Dino Patti Djalal di Kemang, kata Yusri, Kasus tersebut tidak menimbulkan kerugian yang besar. Ia mengatakan, dalam kasus ini, terjadi penipuan berupa pemalsuan identitas.

“Tidak ada kerugian di sini. Tapi kami mencoba melakukan tindak pidana. Diketahui ada laporan pada saat kami melakukan OTT. Tapi ada 263 upaya KUHP di sini. Memalsukan identitas untuk melakukan kejahatan,” kata Yusri.

Di saat yang sama, polisi masih mengusut laporan ketiga yang baru dilaporkan Dino pada akhir Januari lalu. Dalam waktu dekat, pihaknya akan melakukan penyelidikan kasus untuk menentukan apakah kasus tersebut bisa diangkat ke tingkat penyidikan.

Yusri mengatakan: “Ya, harapan ketiga kami segera mengusut kasus tersebut karena kami sudah mengklarifikasi apakah itu pelapor, saksi lain atau beberapa lainnya. Kami akan tingkatkan dari penyidikan ke penyidikan.”

Namun, Yusri membenarkan, dalam tiga laporan yang diterima pihaknya, polisi menemukan kaitan antara laporan tersebut. Yusri memastikan pihaknya membongkar mafia tipu daya dalam kasus keluarga Dino Patti Djalal.

“Tim ini masih bergerak. Kasus 1, 2, 3 terkait pertandingan mafia di sini. (Tersangka) Kasus pertama semua tersangka sudah tuntas. Harapannya semua bisa di Lapas kedua, kata Yusri.

3. Kapolda Metro Jaya Bentuk Tim Khusus

Sumber : tribratanews.polri.go.id

Kepala Inspektur Polda Metro Jaya Fadil Imran (Fadil Imran) membentuk tim khusus (sementara) untuk mengusut “mafia” yang merampok keluarga ibu Dino Patti Jalal (Dino Patti). Djalal). Polisi juga meminta Satgas Mafia Pertanahan dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) mengusut kasus tersebut.

“Kapolda Metro Jaya sudah membentuk penyidik ​​gelombang pertama dari Bareskrim Polda Metro Jaya. Kemudian Satgas Mafia Pertanahan Pusat dan BPN Pusat juga ikut berpartisipasi,” kata Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus Februari 2021 Ditahan di Metro Mabes Polri Jaya di Jakarta pada tanggal 16.

Yusri mengatakan, Kapolsek Metropolitan khawatir keberadaan mafia tanah telah melanda masyarakat. Tim Kapolda sekarang telah berangkat untuk penyelidikan menyeluruh.

Polisi sebelumnya mengungkap, ada kaitan antara tiga laporan tersangka mafia dari pihak Dino Patti Djalal. Polisi juga menemukan kasus lain terkait kelompok mafia tanah.

“Tim Kapolsek bekerja sama dengan kami untuk membongkar, karena link (laporan polisi) 1, 2, 3 akan ada kaitannya, bahkan ada beberapa situasi lainnya. Nanti akan kami jelaskan situasinya,” Yusri

Sejauh ini, Polda Metro Jaya sudah menerima tiga laporan polisi dari keluarga Dino Patti Djalal. Laporan tersebut disampaikan pada April 2020, November 2020 dan Januari 2021.

Di lapas pertama, pelaku melakukan aksi dengan menawar tanah korban. Saat itu, pelaku meminjam sertifikat kemudian menggunakan ID palsu untuk mentransfer kepemilikan.

Polisi juga mendapat laporan lain dari keluarga Dino Patti Djalal terkait kasus serupa yang melibatkan sebidang tanah di Kemang, Jakarta Selatan. Laporan ketiga adalah pengalihan kepemilikan tanah ke sebidang tanah atas nama Ibu Dino Patty Jalal dari Kirandak Baru di Jakarta Selatan. Kedua kasus tersebut menggunakan pola yang sama dengan pelaku, yakni pemalsuan KTP saat mengembalikan nama sertifikat.

Baru-baru ini, polisi sekali lagi menemukan tersangka dalam kasus keluarga Dino yang pertama. Dari kasus pertama yang dilaporkan, sebanyak lima tersangka ditemukan.

Yusri menyimpulkan: “Untuk kasus ini sudah kita temukan tersangkanya. Sampai subuh kita sudah menemukan tersangka dan sudah berjalan. Total ada 5 tersangka.

4. Dino Patti Djalal Sebut Pelaku Mafia Tanah Masih Muda

Sumber : inews.id

Dino Patti Djalal (Dino Patti Djalal) membeberkan ciri-ciri pelaku, ia menduga ini dalang mafia yang “menjarah” rumah ibunya. Dino Patti Djalal menduga pelakunya sebagian besar adalah anak muda.

Dino Patti Djalal mengatakan kepada wartawan di Menara Mayapada Jakarta Pusat: “Setahu saya ya, ini (tersangka) adalah anak muda dan pengusaha. Ada yang sudah bekerja di bank, dll. Tunggu. Umurnya 20-30 tahun. “(16/2).

Dino Patti Djalal berkata: “Tapi apa yang mengejutkanku?

Polda Metro Jaya menangkap lima tersangka kasus mafia ini. Dino mengaku belum mendapat informasi lebih lanjut soal penangkapan tersangka.

“Aku tahu ada wanita bernama R dengan inisial, dan aku punya fotonya di Twitter. Foto wanita itu kabur, jadi semua orang menyusul, termasuk Sherly yang bersaksi di Instagram kami, tapi ini dia wanita. yang melarikan diri.

Dia adalah orang dengan ID palsu. Maaf, namanya benar, tetapi karena foto yang dipalsukan, fotonya berbeda, jadi mereka menggunakan foto yang berbeda ini dan sosok palsu ini Mencoba mencuri sertifikat, tetapi gagal. Dino berkata: “Saya harap Anda juga bisa ditangkap. Karena dia adalah salah satu tokoh kunci di sini. “

Baca juga : 6 Fakta Terkait Kasus Pemalsuan Sertifikat Rumah Ibu Dino Patti Djalal

5. Dino Ungkap Sistem Kerja Mafia Tanah Kayak Piramida

Sumber : news.detik.com

Dino Patti Djalal berbicara tentang sistem kerja “mafia” dalam merampok rumah ibu. Dia mengatakan polisi harus segera menangkap dalang kasus mafia ini.

Dino Patti Djalal kepada wartawan di Menara Mayapada: Selasa (16/2/2021).

Ia yakin saat ditangkap, yang ada hanya aktor level rendah. Pada saat yang sama, perencana dalam kasus ini belum tertangkap.

Dino Patti Djalal menjelaskan, kelompok mafia sudah memiliki sistem yang teratur dan terstruktur dengan baik. Ia mengatakan, pelaku memiliki peran masing-masing.

“Untuk mafia, karena rombongan memang sedang merencanakan, ada sistem, ada daerah yang pura-pura jadi pembeli, ada juga areal untuk calo, ada juga yang dipalsukan KTP, ada juga yang mencari nomor. pendiri.”

Dia melanjutkan: “Ini benar-benar harus disingkirkan sepenuhnya.”