Sumber : news.detik.com

6 Fakta Baru Kasus Mutilasi Rinaldi Harley

6 Fakta Baru Kasus Mutilasi Rinaldi Harley – Kasus mutilasi Rinaldi Harley Wismanu (32), kemarin (18/9), dibangun kembali oleh polisi. Banyak fakta baru terungkap selama proses rekonstruksi.

6 Fakta Baru Kasus Mutilasi Rinaldi Harley

Sumber : news.detik.com

cerrrca – Pada Jumat (18), ia mengatakan kepada wartawan di apartemen Pasar Baru Mansion, Jakarta Pusat: “Melalui pekerjaan rekonstruksi ini, bagaimana mereka mendemonstrasikan risalah rapat, ada 37 adegan.” / 9/2020).

Pengerjaan rekonstruksi dipimpin oleh Yusri Yunus, Dirkrimum, Direktur Humas Polda Metro Jaya Kombes. Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat, Polda Metro Jaya AKBP Wakil Direktur Reserse Kriminal Jean Calvijn SImanjuntak, Direktur Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Handik Zusen, Kanit III tewas AKP Markik Zusen), Resmob AKP Noor Marghantara (Noor Marghantara), Abdul Widi Irawan (AKP Widi Irawan), Iptu Charles Baghesa (Iptu Charles Bagaisar) dan Iptu Sigit Santoso (Iptu Sigit Santoso).

Yusri mengungkapkan, pekerjaan rekonstruksi itu merupakan rencana eksekusi yang dilakukan di 13 tempat kejadian perkara (TKP).

Berikut Fakta-fakta baru Kasus Mutilasi Rinaldi Harley terungkap dalam rekonstruksi:

1. Jasad Korban Disimpan 3 Hari di Kamar Mandi

Sumber : suara.com

Sebelum memutuskan dinonaktifkan, tersangka Laeli Atik Supriyatin (27 tahun) dan Djumadil Al Fajri (26 tahun) menyimpan jasad Rinaldi Harley Wismanu selama tiga hari di apartemen Pasar Baru Mansion.

Calvikin berkata: “Ternyata tubuh korban tinggal di kamar selama lima hari. Ini adalah tiga hari pembunuhan tanpa pengawasan. Sejak 10 September 11, mayat itu ditinggalkan di kamar mandi apartemen.”

Selama jenazah dibiarkan, kedua tersangka akan menguras rekening korban. Keduanya menggunakan hasil kejahatan untuk membeli segala sesuatu mulai dari perhiasan hingga sepeda motor.

Setelah itu, kedua tersangka akhirnya memutuskan untuk memutilasi tubuh korban. Tersangka, Fajri, menghabiskan waktu dua hari sejak 12 hingga 13 September 2020 memotong tubuh korban menjadi 11 bagian.

Calvikin menambahkan: “Pada 12 dan 13 September, pelaku dipotong dua hari di sana.”

Baca juga : 10 Negara Jadi Penghasil Nikel Terbesar Dunia

2. Korban Dipaksa Sebutkan Password HP

Sumber : newsmaker.tribunnews.com

Tersangka Laeli Atik Supriyatin (27) ditemukan secara ilegal mengakses ponsel Rinaldi Harley Wismanu (32). Tersangka Laeli memaksa Rinaldi Harley Wismanu untuk membuka password ponselnya, dan korban meninggal saat meninggal dunia setelah ditikam oleh tersangka Djumadil Al Fajri (26).

Dimulai saat tersangka Laeli dan korban berhubungan seks di apartemen, kemudian tersangka Fajri memukul kepala korban sebanyak 3 kali. Tersangka Fagiri kemudian memeluk korban di perutnya.

Penyidik ​​Iptu Sidik mengatakan saat membaca lokasi rekonstruksi: Adegan 12: Saat korban sesak napas, tersangka LAS keluar dari kamar mandi dan meminta korban untuk memberikan PIN handphone.

Korban awalnya menolak memberikan kode telepon. Hal ini membuat tersangka Fajri emosional dan menikam korban sebanyak 8 kali.

3. Memutilasi Jasad Selama 2 Hari

Sumber : news.detik.com

Polisi mengungkapkan, butuh waktu dua hari bagi tersangka Djumadil Al Fajri atau Fajri (26) untuk memutilasi tubuh Rinaldi Harley Wismanu (32). Fajri sendiri belajar bagaimana menjadi cacat di Internet.

Jean Calvijn Simanjuntak, Wakil Direktur Reserse Kriminal AKBP Polda Metro Jaya, mengatakan kepada wartawan di Gedung Pasar Baru: “Ternyata tersangka DAF itu otodidak sebelum dipotong. Dia mempelajari media sosial yang ada dan cara memotong. Apartemen, Jakarta Pusat, Jumat (18/9/2020).

Tersangka, Fajri, bingung bagaimana cara mengevakuasi jenazah korban dari apartemen. Oleh karena itu, ia memutuskan untuk memutilasi korban agar lebih mudah membawa jenazah keluar dari apartemen.

Pekerjaan rekonstruksi juga mengungkapkan bahwa jenazah korban telah berada di dalam apartemen selama tiga hari. Tersangka Fagiri memutilasi korban pada Sabtu (12/9) dan Minggu (13/9).

Dia berkata: “Mulai dari 9, 10 dan 11 September para korban, jenazah ditinggalkan di kamar mandi apartemen. Pada 12 dan 13 September, penyerang menjalani mutilasi dua hari selama dua hari. Hari.”

4. Taburi Mayat dengan Kopi

Sumber : jpnn.com

Saat tersangka Fajri dan Laeli berserakan di apartemen Kalibata City, mereka menaburkan ampas kopi dan pengharum ruangan pada tubuh tersebut.

Penyidik ​​Panit 3 Subdit Resmob Polda Metro Jaya AKP Widi Irawan mengatakan: “Adegan 33, dia menumpahkan kopi di tas punggung dan kopernya (termasuk yang sebelumnya) dan menyemprotkan pengharum ruangan.”

Penyidik ​​mengatakan, para pelaku melakukan upaya tersebut untuk menutupi kekerasan terhadap korban. Setelah menumpahkan kopi di ransel dan koper, kedua pelaku meninggalkan apartemen.

Widi mengatakan kedua pelaku pergi ke toko konstruksi di Debord. Di sana, keduanya membeli perlengkapan untuk menguburkan korban di halaman belakang rumah kontrakan di kawasan Tapos.

5. Incar Mangsa untuk Dirampok Lewat Tinder

Sumber : news.detik.com

Fakta baru terungkap dalam kasus mutilasi Rinaldi Harley Wismanu (32). Tersangka Laeli Atik Supriyatin (27) akhirnya mengincar korban melalui aplikasi Tinder dan dirampok. Alasan korban merampok karena terlilit hutang karena perjudian.

“Pada hari Sabtu tanggal 5 September 2020 di scene 1 kos-kosan pelaku di kawasan Depok, pelaku LAS melakukan percakapan dengan korban melalui Tinder. Asrama tersebut berlokasi di Depok. Rencananya untuk mencari korban dan Temukan korban Mereka diberi inisial huruf R, “kata AKP Noor Marghantara saat membacakan adegan.

Riley kemudian meminta korban untuk bertemu. Rinaldi Harley Wismanu dan Laeli Atik Supriyatin pun sepakat bertemu di Stasiun Juanda, Jakarta Pusat.

Dia menambahkan: “Kemudian mereka kencan pertama di Kopi Kenangan di Stasiun Juanda antara kakak LAS dan korban R.”

Baca juga : 10 Fakta Charles Manso Pembunuhan Berantai

6. Jasad Korban Akan Dikubur pada 17 September

Sumber : sosok.grid.id

Tersangka Laeli dan Fajri menggali kuburan di sebuah rumah kontrakan di Tapos di Debord dan menguburkan jenazah korban. Kedua belah pihak berencana untuk menguburkannya pada 17 September 2020.

Kalvikin mengatakan: “Terakhir, fakta keenam, ia berencana dimakamkan di rumah kontrakan di Cimanggis pada hari penangkapannya pada 16 September, dan esok harinya, 17 September.”

Mereka berdua menyewa rumah itu selama sebulan. Kuburan itu digali di belakang rumah.

“Jika dua pelaku memiliki kontrak satu bulan di belakang rumah, maka pemakaman akan dilakukan di sana. Dari perencanaan dan pelaksanaan hingga pembersihan lokasi dengan cat, dan kemudian mengganti dinding, rangkaian pekerjaan ini disiapkan dengan cermat. Lalu cat Muat semua jenis kertas. ”Katanya.

shares