Sumber : jpnn.com

5 Fakta 2 Harimau Lepas dari Sinka Zoo Singkawang

5 Fakta 2 Harimau Lepas dari Sinka Zoo Singkawang – Warga Kota Singkawang, Provinsi Kalimantan Barat (Provinsi Kalimantan Barat) dikejutkan dengan kabar pelepasan dua ekor harimau di kandang Kebun Binatang Sinka Singkawang pada Jumat (5/2).

5 Fakta 2 Harimau Lepas dari Sinka Zoo Singkawang

Sumber : jpnn.com

cerrrca – Dua karnivora melarikan diri di lubang dekat kandang harimau Kebun Binatang Singkawang Singkawang. Gua tersebut muncul akibat longsor di Kota Singkawang yang baru-baru ini digenangi air hujan.

Seorang penjaga atau penunggang kuda di Kebun Binatang Sinka Singkawang mati untuk mencegah harimau pergi. Tim gabungan Badan Perlindungan Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalbar, TNI dan Polri telah membenahi dua satwa liar pada Sabtu (6/2).

Berikut fakta terkait 2 ekor Harimau Lepas di Kebun Binatang Singkawang yang dihimpun dari jpnn.com .

1. Dua Harimau Lepas, Pencarian Sempat Mengalami Kendala

Sumber : kumparan.com

Pada Jumat (5/2), dua ekor harimau dilepas dari kandangnya di Kalimantan Barat (Kalimantan Barat), Kota Singapura, Kota Sigawang, dan Kebun Binatang Sinka.

Penanggung jawab Kuartal III Cagar Alam Suparto Singkawang membenarkan kabar adanya dua ekor harimau di Kebun Binatang Singkawang Sinka.

Pihaknya pun menghubungi pengelola Kebun Binatang Sinka Singkawang. Pada Jumat (5/2) Subato di Singkawang mengatakan: “Kami sudah menghubungi pihak Kebun Binatang Sinka terkait pelepasan dua ekor harimau tersebut.”

Subato mengatakan, pihaknya langsung menghubungi Pontianak.BKSDA Kalbar untuk mengkoordinasikan kejadian ini. Ia mengatakan: “Kami telah meminta Sinka Zoo untuk ditutup sementara.” Suparto mengatakan pencarian mengalami kendala karena tentunya sulit bagi pencari untuk menemukan harimau di malam hari.

Dia mengatakan: “Karena harimau akan lebih aktif dan lincah di malam hari.” Suparto menyarankan petugas penggeledah untuk berhenti mencari di malam hari.

Ia mengatakan: “Sebaiknya pantau saja pergerakannya, karena sangat berbahaya bagi masyarakat yang melakukan penggeledahan.” Namun, Soeparto mengimbau masyarakat sekitar untuk waspada dan waspada, namun tetap tenang dan tidak panik.

Baca juga : Bencana Silih Berganti di Awal Tahun 2021

2. Dua Harimau Lepas, Satu Pawang Kuda Tewas

Sumber : today.line.me

Pada Jumat (5/2), dua ekor harimau meninggalkan kandangnya, dan seorang pawangnya mati di Kebun Binatang Sinkawang di Sinkawang. Program pengobatan mati setelah mencoba mencegah dua karnivora melarikan diri.

Elka Surya, pengelola Kebun Binatang Sinka, mengungkapkan pelepasan kedua harimau tersebut disebabkan faktor alam. Menurut dia, hujan deras yang terjadi beberapa hari terakhir ini menyebabkan longsor di kawasan Kebun Binatang Kawangsinka Baru.

Elka mengatakan: “Hujan beberapa hari ini telah membanjiri tanah longsor di dekat kandang harimau. Longsoran tersebut akhirnya membuat lubang yang cukup besar di kandang harimau, dan akhirnya dua ekor harimau lolos.”

Menurutnya, staf pengolah berusaha mencegah hal tersebut terjadi. Namun, menurutnya, hewan liar tersebut menyerang para pengurusnya yang malang. Elka mengatakan: “Saat ini kami sudah mendapat bantuan dari polisi dan TNI di lapangan.

Kami berharap bisa menangkap dua ekor harimau.” Ia menambahkan, harimau yang dilepasliarkan tersebut masih terpantau di kawasan Kebun Binatang Sinka di Sinkawang.

Kapolres Singkawang AKBP Prasetiyo Adhi Wibowo Adhi mengatakan, hingga Sabtu (6/2), korban hanya ada satu orang akibat serangan satwa liar tersebut. Adi berkata: “Korbannya bukan penjaga harimau, tapi penjaga gawang peternakan kuda di Kebun Binatang Sinka.”

3. Harimau Tewas Diterjang Peluru Tajam Petugas

Sumber : daerah.sindonews.com

Satu dari dua ekor harimau yang dilepas dari kandang di Kebun Binatang Singkawang Singhwan harus menggunakan peluru tajam pada Sabtu (6/2).

Penanggung Jawab BKSDA Kalbar Sadtata Noor Adirahmanta mengatakan, proses imobilisasi hewan harus dilakukan dengan peluru tajam karena menembak dengan anestesi tidak akan berdampak pada harimau.

Ia berkata: “Saya terpaksa melumpuhkan peluru hidup karena ketika harimau akan dilumpuhkan akan menyerang petugas, dan khawatir insting pemburu telah kembali, sehingga membahayakan nyawa petugas dan masyarakat. “Sadtata di Singkawang pada Sabtu 6/2).

Dia mengatakan, harimau lain yang belum ditangkap masih berada di dekat Kebun Binatang Sinka. Kapolres Singkawang AKBP Prasetiyo Adhi Wibowo mengatakan, tim gabungan tersebut telah merobohkan seekor harimau yang berangkat tadi pagi. Adi mengatakan: “Pagi ini, bersama Brimob, BKSDA dan TNI, kami mencoba melumpuhkan pekerjaan kami dengan menembakkan peluru anestesi, tetapi tidak berhasil.”

Ia mengatakan, setelah berkoordinasi dengan BKSDA di Kalbar, ia teringat harimau juga dibagi dalam beberapa kandang dan memangsa satwa di Kebun Binatang Sinka, sehingga ia mengambil tindakan tegas.

Adi mengatakan: “Akibatnya, tim gabungan terpaksa menggunakan peluru tajam untuk mengambil tindakan tegas.” Ia mengungkapkan beberapa pertimbangan, meyakini bahwa harimau tersebut lumpuh oleh peluru tajam karena obat bius tidak dapat menembus tubuhnya.

Kemudian, dari BKS DA yang naluri alaminya kembali, harimau tersebut membobol beberapa kandang hewan di Kebun Binatang Sinka, lalu membunuh dan menelannya.

Dia berkata: “Karena itu, orang-orang khawatir harimau akan membahayakan orang-orang di dekat Kebun Binatang Sinka.”

4. Harimau tidak Berdaya Diterjang Peluru Bius

Sumber : liputan6.com

Terakhir pada Sabtu (6/2) sore, tim gabungan yang terdiri dari BKSDA, TNI, dan Polri melindungi seekor harimau yang dilepas dari kandang di Kebun Binatang Sinka Singkawang.

Oleh karena itu, sekalipun salah satu dari mereka ditembak dengan peluru tajam pagi ini, kedua harimau yang telah dilepasliarkan itu juga dilepas. Macan putih yang ditangkap Sabtu (6/2) sore itu tidak dilumpuhkan peluru.

Harimau putih dilumpuhkan oleh peluru narkotika. Setelah peluru anestesi menembus macan putih, petugas gabungan polisi harus menunggu sekitar 20 menit sambil memantau pergerakannya dan memastikan bahwa hewan tersebut benar-benar tidak sadarkan diri.

Masukkan macan putih yang sudah pingsan ke dalam jaring untuk memprediksi hal-hal yang tidak terduga.

Kepala BKSDA Kalbar Sadata Ta Noor Adirahmanta mengatakan, pihaknya akan melihat perkembangan penembakan harimau dengan senjata narkotika. Saat ia menyadarinya, ia akan menentukan bagaimana proses penanganan harimau selanjutnya. Dia berkata: “Saya pikir kondisi di kandang aman sekarang.”

Baca juga : Terungkap 4 Menit Menegangkan Sriwijaya Air SJ 182

5. Berburu Harimau Lepas, Petugas 36 Jam tidak Tidur

Sumber : tribunnewswiki.com

Tim gabungan BKSDA berada di Polri, Tennessee, dan menangkap dua harimau yang kabur dari kandangnya di Kebun Binatang Sinka di Singkawang, Kalimantan Barat. Pada Sabtu (6/2), seekor harimau dilumpuhkan dengan peluru tajam.

Macan lainnya lumpuh dengan obat bius hingga tidak berdaya, dan dikembalikan ke kandang pada Sabtu (6/2) sore. Kepala BKSDA Kalbar Sadtata Noor Adirahmanta mengatakan, untuk melindungi dua harimau tersebut, petugas tim gabungan tidak tidur selama 36 jam.

Ia mengatakan dalam keterangan persnya, Sabtu (6/2) malam: “Kami sangat bersyukur karena menangkap dua ekor harimau itu pekerjaan yang sangat bagus, tapi bisa dilakukan bersama-sama.” Kata Sadata kepada mereka yang membantu menangkap dua ekor harimau tersebut.

Ia mengatakan: “Berkat kerja keras, kesabaran dan persatuan mereka, ini menunjukkan bahwa ada sinergi yang luar biasa antara kedua belah pihak. Bahkan para pejabat ini tidak tidur selama 36 jam.”

Menurutnya, penangkapan tersebut membutuhkan kesabaran yang tinggi. Sadata juga menyampaikan bahwa BKSDA di Kalbar akan melakukan evaluasi dengan mencari informasi dari pihak terkait.

shares