Sumber : liputan6.com

4 Hal Terkait Tilang Elektronik ETLE di Jakarta

4 Hal Terkait Tilang Elektronik ETLE di Jakarta – Polda Metro Jaya saat ini sedang menguji penggunaan kamera tiket elektronik atau electronic traffic lawcement (ETLE).

4 Hal Terkait Tilang Elektronik ETLE di Jakarta

Sumber : liputan6.com

cerrrca – Penggunaan ETLE ini sejalan dengan salah satu rencana Kapolri Listyo Sigit Prabowo selama 100 hari masa kepemimpinannya yang akan diterapkan secara bertahap di Indonesia.

Di ibu kota sendiri, Dinas Perhubungan Polda Metro Jaya bahkan berencana memasang kamera ETLE portabel, dan saat ini anggotanya sedang mengujinya.

“Ya, kami masih dalam tahap uji coba untuk ETLE portabel nanti,” kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo dari Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin, 15 Maret 2021.

Menurut Sambodo, camcorder ETLE ini digunakan untuk menjangkau pelaku lalu lintas. Ia menjelaskan, kamera tersebut akan dipasang pada helm petugas jaga lapangan dan bisa disambungkan ke Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya.

Menurut Sambodo, kamera ETLE mempunyai banyak fungsi selain untuk mendeteksi pelanggaran lalu lintas.

Berikut beberapa hal terkait penggunaan Electronic Traffic Enforcement (ETLE) di Jakarta yang dihimpun oleh Liputan6.com:

1. Miliki Banyak Manfaat

Sumber : cermati.com

Sambodo Purnomo Yogo menjelaskan kamera ETLE memiliki banyak fungsi. Selain bisa melihat masalah pelanggaran lalu lintas, kamera ini juga bisa digunakan sebagai monitor demonstrasi.

Sambodo mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa: “Oleh karena itu, anggota hanya perlu memakai body cam untuk memantau situasi lalu lintas selama demonstrasi dan pusat manajemen lalu lintas Polres dapat langsung memantau apa yang terjadi selama demonstrasi.”

Baca juga : Negara Eropa Tangguhkan Vaksin Corona AstraZeneca, Ada Apa?

2. Kembangkan Kamera ETLE Portable

Sumber : sindonews.com

Bahkan, menurut Sambodo, Dinas Perhubungan Polda Metro Jaya berencana memasang kamera ETLE portabel. Hal ini dilakukan untuk menyinggung pelaku lalu lintas.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa kamera portabel tersebut masih dalam tahap uji coba para anggotanya.

“Ya, untuk ETLE portabel nanti, kami masih dalam tahap uji coba,” kata Sambodo.

3. Terhubung Pemantau TMC Polda Metro Jaya

Sumber : gridoto.com

Sambodo berkata bahawa ETLE portabel itu akan di pakaikan di helm petugas jaga lapangan dan bisa disambungkan ke Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya.

“Bentuknya bisa berupa cam helm, cam pelindung, dan cam bodi. Sekarang, kami mencoba melakukan ini karena kami ingin dapat menghubungkan helm, penutup pelindung, dan cam bodi langsung ke database Ranmor dan sambungkan juga ke TMC, ”jelasnya.

“Jadi, misalnya kita berhadapan dengan body cam, atau ketika berhadapan dengan pelaku, kita bisa menyalakan body cam. Jadi, ketika terjadi perselisihan, kamera bisa merekamnya, bahkan bisa langsung. dipantau oleh TMC. “

4. Rencana Launching Berbarengan dengan Peresmian ETLE Nasional

Sumber : id.berita.yahoo.com

Menurut Sambodo, instalasi ETLE portabel tersebut rencananya akan diluncurkan bersama ETLE secara nasional pada 23 Maret 2021.

Namun, untuk jumlah ETLE portabel, Sambodo belum bisa memastikan berapa jumlahnya.

“Sekarang ini teknologi yang sedang kita uji. Kalau tidak bisa mengejar dengan peluncuran game nasional ETLE pada 23 Maret, maka kita akan mengejar momen lain. Tapi paling tidak sampai 23 Maret nanti ada 41. lebih banyak game. Kompetisi. Kamera baru. “Kata Sambodo.

5. Pantau Pelanggaran dan Demo

Sumber : tribratanews.gorontalo.polri.go.id

Kombes Sambodo Purnomo Yogo berkata kamera electronic traffic lawcement (ETLE) memiliki banyak fungsi. Selain bisa mendeteksi langsung pelanggaran lalu lintas, kamera ini juga bisa digunakan sebagai monitor demonstrasi.

Sambodo mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa: “Oleh karena itu, anggota hanya perlu memakai body cam untuk memantau situasi lalu lintas selama demonstrasi dan pusat manajemen lalu lintas Polres dapat langsung memantau apa yang terjadi selama demonstrasi.”

Sambodo menambahkan, hingga saat ini kamera tiket elektronik masih terus diujicobakan di lapangan. Rencananya, polisi lalu lintas bisa secara resmi bertindak pekan depan.

Ia menjelaskan: “Ditlantas Polda Metro Jaya sedang mempelajari mesin penjual tiket elektronik portabel yang akan digunakan pada 23 Maret 2021, yang juga merupakan tanggal peluncuran mesin penjual tiket elektronik nasional.”

6. ETLE Diapresiasi sebagai Inovasi yang Tepat dan Efektif

Sumber : tribunnews.com

Khairul Anam, Koordinator Nasional Milenial Muslim Bersatu, memberikan penghormatan dan sangat mengapresiasi keseriusan polisi dalam menerapkan Electronic Traffic Enforcement (ETLE) di Polda pada 12 Desember yang dimulai pada 23 Maret lalu. Menurutnya, ETLE merupakan inovasi efektif yang dilaksanakan oleh Polri pada waktu yang tepat (yaitu saat terjadi pandemi).

Khairul melihat keseriusan Polri dari rencana semula, rencana semula ETLE hanya diterapkan di 10 provinsi, menjadi 12 provinsi pada 23 Maret, bahkan segera mempercepat implementasi di 34 provinsi di Indonesia.

Khairul berkata: “Kapolri dan seluruh jajarannya, terutama di Kohlantas, serius dan cepat. Tentu kita harus mengapresiasi jabatan tertinggi, karena ini terkait langsung dengan keselamatan bahkan kesehatan masyarakat saat ini.”

Ia secara khusus mencontohkan bagaimana ETLE memanfaatkan teknologi informasi yang berkembang pesat untuk memberikan pelayanan yang cepat kepada masyarakat dengan tetap meminimalisir interaksi tatap muka dan langsung, pada saat ini kita harus menghindari terjadinya pandemi.

Khairul berkata: “Di satu sisi, karena penyediaan layanan yang cepat dan tepat, di sisi lain, sesuai dengan kondisi epidemi, interaksi telah diminimalkan. Kita harus mengatakan bahwa teknologi ETLE efektif dan tepat waktu. “

Karena itu, ia memuji Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang memperingati 100 hari penampilannya dengan menerapkan teknik yang tepat dan efektif.

“Selain itu, kami melihat pada waktu tertentu persidangan tilang di pengadilan selalu dipenuhi orang. Bayangkan saja, data yang ada menunjukkan ada 20.000 pelanggaran per hari dan 140.000 per minggu, artinya ada 6,7 ​​juta potensi. per tahun. Orang-orang Ehair menghindari menggunakannya di pengadilan di seluruh Indonesia. ”kata Khairul.

Seperti diketahui, dalam rapat kerja teknis atau Rakernis yang digelar Rabu lalu, Kompol Listyo Sigit mengatakan, pelaksanaan ETLE akan dimulai pada 23 Maret mendatang. Semula hanya berlaku di 10 provinsi, kini sudah menjadi 12 provinsi. Tak hanya itu, Kapolri juga akan mempercepat kerja untuk mewujudkan ETLE secepatnya di 34 provinsi.

Kapolri juga menjanjikan perpanjangan kartu SIM tersebut juga bisa diakses melalui aplikasi terkait Digital Samsat Nasional yang rencananya digelar menjelang Lebaran.

Baca juga : Banjir di Jakarta dan Daerah Sekitarnya Meluap

7. Ragam Terobosan Korlantas

Sumber : otomotif.sindonews.com

Khairul juga mengapresiasi berbagai terobosan yang dilakukan Kapolres Istiono, Inspektorat Kapolres RACKnis.Selain ETLE, Integrated Road Safety Management System (IRSMS) akan menjadi database nasional negara. Proses investigasi kecelakaan lalu lintas.

Lalu ada Quick Laka Lantas Information (ICELL), aplikasi bisa digunakan untuk mencari Laka-lalu survey, proses pengembangan E-Turjawali atau pencatatan online aktivitas kepegawaian berbasis aplikasi android dan sistem jaringan, serta SIM A dan Layanan ekstensi online SIM C, Ini adalah aplikasi berbasis seluler yang dapat digunakan oleh pemilik SIM untuk memperluas efektivitas kartu SIM mereka.

Selain itu juga terdapat tes teori SIM online yang dapat memudahkan masyarakat untuk melakukan tes teori bagi pemohon SIM baru, selain itu National Digital Samsat (Signal) merupakan one stop service verifikasi STNK yang menyasar motor. pemilik kendaraan Pajak dan SWDKLLJ, dalam aplikasi yang dapat dilakukan kapanpun dan dimanapun, kemudian dilakukan pemeriksaan fisik secara digital, yaitu pemeriksaan fisik kendaraan bermotor terintegrasi berbasis digital.

Terdapat pula arsip digital kendaraan bermotor untuk memastikan keamanan kendaraan bermotor dalam format elektronik, E-Drive atau electronic driving test system, yang menggunakan sensor infra merah dan getaran yang terhubung ke ruang pemantauan agar pengujian pengemudi lebih Akurat dan transparan.

Kemudian, produk dari departemen keselamatan dan keamanan adalah Indonesian Safe Driving Center (ISDC), sebuah program edukasi keselamatan lalu lintas yang bertujuan untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Tak lupa, Polri juga terus melakukan penelitian smart city di kota-kota besar agar inovasi terus berlanjut, sehingga mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas dan menjamin keselamatan pengguna jalan.

shares